Emansipasi Macam Frustasi

Seharusnya setiap perempuan dan laki-laki adalah unik dan misteri. Sayang, emansipasi yang salah kaprah membuat beberapa perempuan rela menjadi seorang laki-laki. Mereka melakukan apa yang laki-laki lakukan, mereka menginginkan hak-hak seorang laki-laki dan mengatakan itulah kesetaraan.

Mereka tidak menjadi perempuan, tapi justru meninggalkan dirinya sebagai perempuan, hanya ingin balas dendam dengan cara meniru apa yang laki-laki lakukan. Mereka ingin terlihat merdeka, padahal yang dilakukan hanyalah mengulang. Mereka mematahkan stereotip dengan cara mengulang bukan dengan menunjukkan apa yang dimiliki oleh seorang perempuan.

Masih banyak gerakan perempuan yang beranggapan kesetaraan searti dengan kesamaan. Padahal perempuan dan laki-laki tidak akan pernah menjadi sama.

Perempuan dan laki-laki berdampingan bukan untuk adu kekuatan. Jadi perempuan tidak harus memaksa sama kuatnya dengan laki-laki. Laki-laki juga tidak perlu berbangga dengan apa yang telah menjadi kodratnya. Keduanya manusia, tapi alam menciptakannya dengan perbedaan. Perempuan tidak akan pernah menjadi laki-laki sejati, begitu sebaliknya.

Dampak dari kesamaan yang terus diupayakan membuat laki-laki dan perempuan hari ke hari terlihat mirip. Keduanya menggunakan pakaian yang nyaris sama. Gaya hidup yang dipaksa sama. Budaya yang dipaksa sama hingga berujung pola pikir yang sama. Keduanya berdebat dengan bahasa yang sama dan cara berpikir yang sama.

Daya tarik mereka menjadi berkurang. Ini bukan kesetaraan, ini kesamaan. Kesamaan tidak akan pernah membuat perempuan dan laki-laki menjadi setara, tapi justru kehilangan dirinya dan hidup sebagai peniru. Sehingga perempuan menjadi tidak alami. Mereka menjadi buruk karena mereka palsu, namun ketika alamiah, perempuan itu indah dengan semestinya.

Perempuan dan laki-laki, jika ingin hidup berdampingan memang harus mencapai suatu kesetaraan. Namun konsep kesamaan harus dihancurkan jika ingin menjadi setara. Perempuan dan laki-laki tidak seharusnya saling memiliki, mereka harus memiliki dirinya masing-masing, menjadi dirinya masing-masing, memiliki keindahannya masing-masing dan harus seberbeda mungkin. Dengan seperti itu, daya tarik satu sama lain akan semakin kuat, karena mereka tidak akan menjadi makhluk yang sama, tapi indah dan berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *