Konspirasi Hijau

 

Ini daun yang merdeka, namun tak banyak manfaatnya. Tak ada wangi-wanginya pula. Karena tak banyak manfaatnya ia dibiarkan bersemi begitu saja, tiada yang ingin menebas, nenek membiarkanya di teras. Tapi kalau mau dipetik pun bebas tak ada regulasi yang menindas. Tumbuh tanpa ruangan khusus dan desas-desus. Tersuplai matahari tanpa tetangga mencurigai, aman tanpa propaganda, tanpa intervensi ormas maupun polisi. Daun sejenis ini tak butuh kokangan senjata, tak butuh pasaran harga, terkecuali kalau bisa angkat ragam penyakit dan meningkatkan euforia.
 
Seperti halnya mahasiswa, ia akan merasa merdeka jika tak banyak manfaatnya, karena dipikirnya tidak ada apa-apa lagi problema di sekitarnya untuk dilawan dan diperjuangkan. Hatinya aman tentram saja. Ketimbang turut mengurai kemelut mendingan tidur mengelus jembut atau belajar hingga larut demi gelar, perusahaan dan IPK agar tak surut. Katanya “Ngapain ribut menuntut?” Manut asal dipecut, seperti eyang buyut. Maka, mahasiswa semacam itu sama sekali tak dianggap berbahaya, tak perlu diwaspadai karena yang ia tahu hanya bersaing di bursa kerja. Anggapanya orientasi hidup hanyalah harta dan angka-angka.
 
Oh iya, memangnya ada daun berjuta manfaat yang tertindas dan tak merdeka? Mboh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *