Lalu siapa kita, Sayang? Siapa kita?

Fotonya Fence M

 

 

Mula-mula cinta adalah surat kabar paling bahagia yang selalu dinanti tanpa membeli, lampu terang yang menelanjangi setiap tepian gelap.

Perlahan jelas, taring menyeringai buas. Seketika hamparan kembang menjadi palagan. Kasih tiba-tiba alat propaganda agar siapa saja yang merasa bersih lekas tersisih.

Tetapi mereka bukan kita Sayang, mereka bukan kita.

Orang-orang mempertegas bagaimana pertunjukan cinta adalah bisnis paling kotor sepanjang sejarah. Politik pamrih dirangkap welas asih. Semua begitu purba. Berjalan di alurnya adalah suatu dilematis yang sama persis kisah-kisah utopis, lengkap dengan klimaks tragis.

Tetapi mereka bukan kita, Sayang, mereka bukan kita.

Ketika panggung romansa telah usai, antagonis pun dimulai. Sanjungan berbalik lelucon. Tanpa skrip, mereka saling bantai. Sineas berbakat, selalu gawat.

Laiknya Truman Show. Tak ada lagi ranah menyoal personal. Semuanya layak jual, layak edar, sebar! “Huhuhu” tokoh bermain tragedi, “hahaha” pemirsa menganggap komedi. Sesekali terselip rayuan iklan. “Kami menjual buku bagus, kiat-kiat melupakan seseorang hanya dalam lima menit.”

Tetapi mereka bukan kita, Sayang, mereka bukan kita.

Lalu siapa kita, Sayang? Siapa kita?

Ketika retorika Soviet tak masuk akal, kita adalah pembelot Stalin yang kabur menembus tebal salju dan kencang angin, berbulan-bulan menuju India.

Di lahan yang begitu sengit, menggantungkan susu dan madu dari langit. Kita adalah bocah-bocah Palestina yang lantang melawan panas timah dengan jihad pedang.

Kita tidak menjual informasi apa-apa, saat busuknya interogasi tentara orba mengancam kepala, kita justru meludahinya di tanah Leste.

Kita juga warga kota yang melankolia pasca runtuhnya 96 jiwa. Berpuluh tahun menabur bunga dan menuntut seadil-adilnya di Britania Raya.

Aku piano tua, kau muda yahudi. Kala bersembunyi, kita berpadu khidmat dalam reruntuhan rumah di Berlin, sementara di luar, nyawa dikepung ribuan fasis berdarah dingin.

Di album pertama, kita adalah syair-syair sastrawi yang ditulis Barret. Buah eksperimental Water yang emosional. Kita betul-betul senada-seirama.

Pada 1969. Kau dan aku menari-nari di pinggir danau putih, berkumur lalu menelan jamur. Kita terkoyak-koyak Joplin yang mendesis manis, semakin liar saat Santana.

Kita adalah orang-orang itu Sayang, bercinta tanpa ketakutan, meski sarat penghakiman.

 

Menuliskan kembali asam garam dan kisah ayah bercinta dalam alunan partitur the house of rising sun.

Share
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *