Pada Perjumpaan Sebentar

Sore itu, saat rumput-rumput dimandikan kabut, aku melihatmu bergaun di atas panggung. Kau menimang gitar, mengkomposisikan redup kota Batu dengan pita suara dan denting senar.

Lalu matamu mampir ke mata tustel, rupanya aku perlu membiasakan diri melihatmu dengan cara seperti itu. Hangat di dalam, dingin di luar.

Kau betul memang, dunia tidak cukup kecil untuk membuat kita semua percaya akan hal-hal yang sama, entah di Salatiga atau pun Dewata.

Kita percaya jika cinta itu seperti arak, saat menenggak baiknya murni tanpa oplosan ego dan keterikatan. Sedang orang-orang meyakini cinta adalah kegiatan pasar, jual beli diri, jual beli alam.

 

Batu, 15 Juli 2017

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One thought on “Pada Perjumpaan Sebentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *